*Riwayat Sekolah
STM Pembangunan Bandung, siapa yang tidak kenal? Sekolah itu terkenal dengan lulusan-lulusannya yang mudah kerja, disiplin, dan kompetitif. Setiap tahunnya di waktu tertentu perusahaan-perusahaan kecil hingga besar mendatanginya untuk menyerap tenaga kerja. Wajar kalau banyak para orangtua memaksakan kehendak anaknya agar masuk ke sekolah ini.
SMKN 1 Cimahi, itulah nama yang terupdate untuk Sekolah ini. Karena saat itu Kota Cimahi memisahkan diri dari Kabupaten Bandung. So, scara terpaksa, namanya pun harus diganti.
Luas keseluruhan Sekolah ini sekitar 4ha, ukuran yang sangat luas untuk Lembaga Pendidikan tingkat SLTA. Tapi tidak keseluruhan adalah SMKN 1 Cimahi. Disana juga terdapat SMK yayasan Swasta yang bergerak di bidang yang sama, SMK Teknologi Industri Pembangunan, biasa disebut SMK TI. Lahan seluas itu juga terdiri dari beberapa elemen penting Sekolah Kejuruan, diantaranya Ruangan Belajar Non Produktif, Workshop, Lapangan Olahraga, Lapangan Upacara, Mesjid, WC, Kantin, Lab IPA, Lab KKPI, Taman, Sekre Organisasi, oth.
Untuk Jurusan, Sekolah ini menganut aliran Teknologi dan Industri. Secara detailnya jurusan terbagi menjadi 9, yaitu Software Eng, Computer Networking, Broadcast Programms, Transmission, Mechanical Cont, Process Cont, Indst Electricity, Electricity Install, and AC Refrigeration.
*Awal masuk
Hari-hari setelah berakhirnya UN tingkat SMP sederajat tahun 2011, adalah hari dimana aku sibuk-sibuknya mikirin buat ngelanjutin sekolah. Tadinya, aku pengen masuk ke SMK bangunan, biar jadi arsitek gitu. Tapi, bapakku ga ngijinin. Katanya lapangan pekerjaannya sulit. MAYBE.
Hmm, kalo ke SMK bangunan ga bisa, berarti aku harus milih SMK yang cocok sama minat bakatku. Kebetulan aku punya hobby menggambar. Tapi, kalau masuk SMK Seni, it's No Way for me! Karena keluargaku awam dengan sesuatu yang berhubungan dengan Seni. Aku berpikir lagi. Oh iya! Berhubung aku itu orang yang UPDATE di sekolah juga diantara keluarga soal Komputer, kenapa aku tidak masuk ke Sekolah jurusan Informatika? Tetapi yang khusus mempelajari Software. Soalnya kalo soal ngerakit-rakit organ tubuh komputer aku Nyerah dehh! So, aku memutuskan untuk memilih jurusan RPL. Apalagi denger-denger RPL juga belajar bikin Kartun, cocok untuk aku yang hobby nggambar. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah Survei Sekolah.
Sekolah yang aku Survei pertama adalah SMKN 4 Bandung. Saat itu aku ditemani sama Bapa, Mamah, dan Teteh. Letaknya ada di Jalan Buahbatu, cukup NGOTA bagiku yang orang kampung. Kami menemui Tata Usahanya. Setelah introduction mengenai sekolah itu, sang Staff TU menganjurkan agar Survei dulu ke SMKN 1 Cimahi. Ia bahkan merendah bahwa SMKN 1 Cimahi lebih baik dibanding sekolahnya. So, setelah lama-lama ngomong ini itu, akhirnya kami pamitan pulang.
Hari berikutnya kami mengunjungi SMKN 1 Cimahi, seperti yang dianjurkan oleh Staff TU kemarin. Kebetulan hari itu adalah akhir-akhir dibukanya pendaftaran. Di sana aku melihat-lihat Banner yang memperkenalkan tentang jurusan-jurusannya. Awalnya, aku tertarik dengan jurusan Broadcast, tetapi aku malu dengan ayahku sehingga aku terpaksa mengabaikan keinginanku. Setelah bertanya-tanya mengenai Sekolahnya, kami tidak lama-lama untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku disuruh bapak memutuskan ke mana aku akan melanjutkan sekolah. Aku bingung! Jujur, sebenarnya aku lebih memilih SMKN 4 Bandung, karena letaknya yang NGOTA, akupun juga tahu lewat jalan mana yang harus kutempuh, dan aku juga pengen GAUL. Memang sedikit ngeyel sihh! Tapi itu memang menjadi alasan mengapa aku lebih memilih Sekolah itu. Berbeda dengan SMKN 1 Cimahi. Bagiku letaknya sangat terpencil. Jika ke SMKN 4 aku akan melewati Mall, Hotel, Gedung Perkantoran, maka lain halnya dengan SMKN 1 Cimahi. Jalanannya Curam, Terjal, Berlubang, Becek, Macet lagi. Di sekelilingnya hanya terdapat kavling pabrik-pabrik. Aku sempat bertanya 'Bukannya Kota Cimahi itu dapat penghargaan ADIPURA? Lalu mengapa jalanan Leuwi Gajah tidak layak sekali? Memalukan!'. Tapi, kalau dilihat kualitasnya, SMKN 1 Cimahi lebih unggul. Tapi alesan geje kok jadi ganjalan? Kalo kita dapet yang lebih, kenapa kita tidak menerimanya? hmm, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke sana aja.